BERITA KARAWANG

Babi Ngepet Gentayangan di Pedes, Banyak Warga yang Kehilangan Uang

dian tvberita | Rabu, 25 Februari 2015 - 16:54:13 WIB | dibaca: 419 pembaca

ilustrasi

KARAWANG, TVBERITA.COM-Keributan tiba-tiba pecah di tengah perkampungan warga di Dusun Pedes I, Desa Payungsari Kecamatan Pedes. Sesosok bayangan hitam menyerupai babi melintas di samping sebuah rumah, dan warga yang melihatnya teriak, babi ngepet... babi ngepet...

Peristiwa itu terjadi dalam beberapa malam terakhir. Dan warga Pedes memang sedang dihebohkan oleh kehadiran babi ngepet yang dalam kepercayaan sebagian warga sebagai orang yang sedang melakoni pesugihan.

Dalam pengakuan warga, selain pernah dipergoki adanya babi yang menggemparkan itu, barang-barang berharga warga pun diakui banyak yang hilang.

Sebetulnya ketika isu babi ngepet muncul, sebagaian besar warga tidak terlalu menghiraukannya. Namun ketika banyak yang kehilangan uang, barulah warga mulai resah. Terlebih ada jamaah masjid yang baru pulang sholat subuh mengaku pernah melihat sesosok babi keliling di seputaran rumah.

Karena isu babi ngepet itu warga pun sepakat untuk mangadakan ronda keliling untuk menangkapnya.

“Ada beberapa kali saya lihat babi ngepet itu. Warna babinya hitam, gendut serta tingginya kira-kira sedengkul orang dewasa. Sempat saya kejar saat itu, tapi langsung menghilang,” ungkapnya Azis, salah seorang tokoh pemuda setempat.

Masih kata Azis, sejak kehadiran babi ngepet, warga sering kehilangan uang. “Sudah banyak warga sini yang kehilangan uang. Yang terakhir H. Tohadi. Uangnya Rp 500 ribu hilang begitu babi ngepet terlihat di depan rumahnya,” sambung Azis meyakinkan.

Dijelaskan, keluarnya sosok babi itu biasanya pada malam Selasa dan malam Sabtu sekitar pukul 23.30 WIB. 

Hal Yang sama diungkapkan Kusrian. Menurutnya, isu babi ngepet telah membuat warga Pedes resah dan tiap malam menggelar ronda. 

"Kalau warga sekarang sudah mulai ronda keliling dalam rangka menangkap babi ngepet dan kemungkinan juga akan memanggil paranormal untuk mengatasi masalah tersebut," tuturnya.

Dalam penelusuran literatur KORAN BERITA terhadap kepercayaan yang berkembang di masyarakat, istilah babi ngepet dikenal sebagai salah satu cara seseorang yang ingin kaya dengan cara instant dan tidak jujur. 

Cara ini adalah cara musrik yang meminta bantuan setan untuk meraih kekayaan di dunia. Parahnya, demi menjalankan ritual babi ngepet, seseorang rela mengorbankan nyawa orang yang dicintainya.

Umumnya pesugihan macam ini dilakukan orang-orang yang telah kehilangan akal sehat dan imannya. 

Ritual pesugihan babi ngepet ini berawal dari kepercayaan sebagian orang bahwa siluman babi bisa mengabulkan permintaan manusia yang meminta harta. 
Di beberapa daerah terutama di pulau Jawa, dikenal beberapa lokasi tempat pemujaan siluman babi, di mana seseorang kemudian melakukan perjanjian untuk menjadi babi ngepet.

Sebenarnya, pesugihan babi ngepet ini jauh lebih ribet dan sulit ketimbang berbisnis. Herannya, masih ada saja orang yang menjalani ritual tersebut di era modern ini. Pesugihan babi ngepet biasanya menuntut tumbal anak yang paling disayangi. Konon, orang-orang yang melakukan pesugihan ini adalah para suami istri yang khilaf dan matanya tertutup oleh harta.

Saat melakukan ritual pesugihan babi ngepet, harus ada kerja sama antara dua orang yang melakukannya Nah, salah satu harus menjadi babinya, dan salah seorang lainnya menjadi penjaga api lilin. Api lilin diletakkan di sebuah wadah baskom berisi air, dan harus dijaga apinya.

Sebelum berubah menjadi babi, si pelaku babi ngepet biasanya diminta makan kotoran dari siluman babi yang diberikan di tempat pemujaan. Kemudian seketika wujudnya akan berubah menjadi babi.

Bertugas sebagai penjaga lilin sama sulitnya dengan menjadi babi ngepet. Si penjaga lilin harus waspada, tidak boleh mengantuk dan tak boleh sampai tertidur. Ia harus mengamati nyala api lilin sampai si babi ngepet pulang.

Keselamatan si babi sangat tergantung pada penjaga lilin. Apabila api lilin bergoyang-goyang, tandanya si babi sedang dalam kesulitan. Pada saat ini, si penjaga lilin harus mematikan api agar si babi berubah wujud menjadi manusia kembali.

Apabila di dalam kesulitan si penjaga lilin lupa mematikan api, maka babi akan diburu warga sehingga babi tersebut bisa mati.

Konon, babi ngepet ini akan menggesek-gesekkan tubuhnya ke tembok rumah korban untuk mengambil semua harta yang ada di rumah tersebut. Semua uang akan masuk ke dalam kantong babi ngepet yang umumnya tersimpan di jubah hitam yang dikenakan saat ritual. Ada pula yang bilang bahwa uang akan mendadak muncul di sebuah tempat lebar yang disediakan di rumah si pelaku babi ngepet.

Dengan cara ajaib ini, si babi tak perlu harus menerobos masuk ke dalam rumah seperti tuyul sehingga kemungkinan untuk kabur lebih besar. Itulah gamparan kepercayaan masyarakat pada isu babi ngepet yang sejak lama berkembang. (nurjaya)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)