By - - 0 Comments

KARAWANG,TVBERITA.comPuluhan sopir angkutan kota (angkot) trayek Loji-Teluk jambe-Johar-Klari berunjuk rasa dengan cara memblokir Jalan Wirasaba, Karawang Kota, Senin (29/10). Mereka menuntut pihak terkait menertibkan truk pengangkut beras yang selalu melakukan bongkar muat di Jalan Wirasaba.

Akibat aksi awak angkot tersebut arus lalu lintas mulai dari Pertigaan Johar hingga jembatan Telukjambe macet total selama satu jam lebih. Bahkan sejumlah truk yang hendak mengirim beras ke Pasar Induk Johar terpaksa berbalik arah.

Sementara kendaraan pribadi dan sepeda motor mencari jalan alternatif untuk ke luar dari kemacetan tersebut. Kendaraan itu menyusuri jalan kecil seperti Jalan Gorowong dan jalan tepi rel kereta api. Beruntung aksi memblokir jalan itu tidak berlangsung lama. Para sopir angkot segera digiring petugas dari Kepolisian Resor Karawang untuk menyampaikan aspirasinya melalui lembaga wakil rakyat setempat.

Mereka pun bergerak menggunakan angkotnya masing-masing menuju gedung DPRD. Di tempat tersebut para awak angkot diterima sejumlah anggota Komisi C. "Aktivitas bongkar muat beras di sepanjang Jalan Wirasaba telah mengganggu kami. Sebab, keberadaan truk-truk beras itu telah memacetkan jalan, sehingga penghasilan kami pun menurun," ujar salah seorang perwakilan sopir angkot, Rudolp Sirait.

Menurut dia, selain menghambat perjalanan angkot, aktivitas bongkar muat itu mengganggu pula para pengguna jalan lainnya. Padahal, Jalan Wirasaba merupakan jalan utama yang menghubungkan Karawang Timur dengan Telukjambe.

Sirait mengaku heran, karena sebelumnya truk-truk tersebut melakukan bongkar muat di halaman pasar induk beras yang terletak di bagian tengah pasar. Namun, beberapa tahun terakhir ini aktivitas tersebut bergeser ke Jalan Wirasaba dengan menyita sebagian besar badan jalan.

Ironisnya, lanjut Sirait, kondisi tersebut terkesan dibiarkan oleh aparat terkait. Indikasi terlihat dari tidak adanya petugas Satuan Lalu-lintas Polres maupun Dinas Perhubungan yang mengatur truk-truk tersebut. "Selama ini petugas yang ada di lokasi hanya memungut retribusi dari para sopir. Mereka sama sekali tidak perduli terhadap kesemerawutan di Jalan Wirasaba," ujar Sirait.

Di tempat yang sama sopir angkot lainnnya, Alparis, meminta agar aktivitas bongkar muat beras di Jalan Wirasaba ditertibkan."Kami yakin, jika petugas bertindak tegas, para sopir truk tidak akan berani melakukan bongkar muat di badan jalan," ujar Alparis.

Dikatakan, akibat kemacetan di Jalan Wirasaba, masyarakat enggan naik angkot 37 yang melalui jalur tersebut. Mereka lebih memilih naik angkot lain yang tidak melintasi jalan Wirasaba.

Staf Unit Pelayanan Tekhnis Daerah (UPTD) Pasar Johar, Wahyu, tidak menampik keluhan para sopir angkot tersebut. Menurut dia, kondisi itu terjadi setelah bermunculan toko beras baru di sepanjang Jalan Wirasaba. "Seharusnya semua pedagang beras harus berada di Pasar Induk. Namun entah siapa yang memberi izin, tiba-tiba banyak toko beras di luar pasar induk," ujar Wahyu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishub Infokom), Rokhuyun berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut. Menurut dia, mulai Selasa (30/10) ini, pihaknya akan menggeser waktu bongkar muat beras pada malam hari hingga dini hari pukul 4.30 WIB. "Setelah pukul 04.30 WIB tidak ada lagi aktivitas bongkar muat di Jalan Wirasaba. Dengan demikian, pada pagi hari jalan tersebut tidak tertutup oleh truk-truk beras," papar Rokhuyun.

Dikatakan juga, pihaknnya akan menempatkan petugas Dishub untuk mengatur hal itu, mulai Selasa dini hari ini. Sementara, Rabu (1/11), pihaknya akan bermusyawarah dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar, Satuan Polisi Pamong Praja, serta unsur Kepolisian untuk meneliti izin operasional toko beras yang berada di sepanjang Jalan Wirasaba. "Mudah-mudahan, Rabu siang hasil musyawarah sudah bisa disosialisasikan," kata Rokhuyun.

Dikatakan juga, untuk program jangka panjang, pihaknya akan mengusulkan agar Pasar Induk Beras dipindahkan dari Johar ke lokasi lain yang lebih luas dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Ketua Komisi C, Deden Rishadi, berharap janji Kepala Dishub Infokom itu bukan hanya janji belaka."Kami tidak ingin para sopir angkot ini kembali berunjuk rasa gara-gara jalan Wirasaba tetap macet. Mulai besok dan seterusnya petugas Dishub harus turun ke lokasi kesemerawutan itu," kata Deden.