By - - 0 Comments

KARAWANG, TVBERITA.com- Sebanyak 700 Orang dari Kepolisian, Koramil, dan Aparat Desa,  Sekabupaten Karawang Jawa Barat Rabu 31/10/2012 Diaula Husni Hamid Pemda Karawang Menggelar acara Seminar Tentang Mediasi Penyelesaian Antisipasi Konflik tampa kekerasan, bukan hal yang mustahil di Kabupaten Karawang bisa terjadi konflik seperti di Lampung Selatan. Pasalnya, karakter masyarakat Karawang sangat heterogen yang berpotensi memunculkan konflik berskala besar.

Menurut Kapolres, penduduk Karawang terdiri dari berbagai etnik. Di Karawang juga terdapat 800 perusahaan yang mempekerjakan ribuan buruh. Selain itu, di Kabupaten Karawang banyak LSM dan Ormas yang semuanya berpotensi memunculkan konflik.

Jika tidak segera diantisipasi, lanjut Kapolres, potensi konflik itu akan membesar yang akhirnya dapat menjadi isu nasional."Kita harus tanggap menghadapai situasi tersebut. Penegakan hukum merupakan cara terakhir dalam mengakhiri konflik. Jalan terbaik yang perlu dilakukan akan memediasi mereka supaya bisa segera berdamai kembali," tutur Arman

Arman menegaskan dengan diadakannya Acara tersebut diikuti yang oleh ratusan kepala desa, anggota Polres, para Bhabinkamtibmas dan Banbinsa se-Kabupaten Karawang bisa menjadi pembekalan para peserta dilapangan . Selain itu hadir pula Sekda Karawang Iman Sumanteri, para Kepala Polsek, serta jajaran pegawai Bagian Pemerintahan Setda.

Sementara di lapangan banyak terjadi masalah seperti sengketa tanah dan perkelahian antar kampung. Kondisi tersebut bisa memuncak sering dengan tibanya masa pemilihan kepala desa dan pemilihan gubernur.

Disebutkan, para Kades, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa merupakan aparat yang berada di tengah-tengan masyarakat. Mereka dipastikan dapat menangkap isu konflik sejak masih menjadi letupan kecil.

Oleh karena itu, sambung Kapolres, mereka harus mampu beredam gejolak tersebut sejak awal."Mereka harus mampu menjadi mediator yang tangguh. Melalui seminar ini, para kades, Bhabinkamtibmas, dan Babisa dibekali ilmu untuk menjadi mediator handal. Narasumber dalam seminar ini dari Pusat Mediasi Nasional (PMN) yang telah mendapatkan akreditasi dari Mahkamah Agung," kata Kapolres.

Di tempat yang sama, Exekutif Director & Mediator PMN, A. Fahmi Shahab mengatakan, pihaknya hanya akan mengingatkan kembali cara cara bermusyawarh untuk mencapai mupakat. Sebab, cara seperti itu kini mulai dilupakan masyarakat Indonesia. "Saat ini masyarakat kita cenderung menyampaikan aspirasinya dengan cara-cara unjuk rasa, dan bahkan kekerasan. Sementara cara bermusyawarah mulai ditinggalkan," kata Fahmi.

Namun potensi tersebut bisa dicegah jika pihak berwajib mampu mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai."Dengan mediasi yang dilakukan tokoh mesyarakat atau pimpinan setempat, kami yakin semua masalah bisa diselesaikan dengan damai," ujar Kepala Kepolisian Resor (Polres) Karawang, Ajun Komisaris Besar Arman Achdiat, ketika membuka acara Seminar Mediasi "Menyelesaikan Konflik Tanpa Kekerasan" yang di langsungkan di Aula Husni Hamid, Pemkab Karawang, Rabu (31/10).

Dikatakan, para peserta seminar diajarkan tahapan-tahapan mediasi, memilih waktu dan tempat yang tepat untuk mediasi, dan hal-hal lain tentang mediasi. Diharapkan semua peserta seminar dapat mengaplikasikan ajaran itu di lapangan, sehingga semua konfik yang muncul di daerahnya dapat diredam sedini mungkin.