By - - 0 Comments

Purwakarta TVBerita.com. Suasana mencekam langsung menyelimuti pabrik sepatu BATA  di Cibungur Purwakarta Jawa Barat,saat 3 SSK petugas gabungan dari Polres Purwakarta dan Brimob Polda Jawa Barat,mendekati gudang penyimpanan sepatu siap ekspor.

Buruh yang menduduki gudang sejak sebulan lalu itu,sebelumnya sengaja menduduki gudang, sebagai media tawar terkait tunutan mereka. Akibatnya,pihak pabrik sepatu bata tidak bisa melakukan pengiriman barang. ratusan buruh yang semula duduk-duduk di depan gudang dan diluar pagar,langsung bereaksi dan berdiri,serta siap menyambut kedatangan polisi,yang akan melakukan pengawalan barang,keluar dari areal pabrik.

Hendra Azzam – Ketua PUK FSPMI PT.Sepatu BATA Tbk pada TVberita.com Senin sore (19/11) mengatakan,pihaknya tidak gentar meski polisi akan melakukan tindakan represif.

“Kami tidak takut,kami tidak gentar. Tapi kami tidak akan melawan dan akan diam didepan gudang , “ jelasnya mantap.

Namun sebelum bentrokan terjadi, pihak managemen pabrik langsung melakukan pendekatan pada para buruh.Hasilnya terjadi kesepakatan, yang intinya para buruh memperbolehkan pengiriman barang sebanyak dua kontainer saja.Sementara sisanya,menunggu pertemuan antara perwakilan buruh dan pihak managemen,yang berlangsung senin sore.

Seperti diberitakan sebelumnya,sekitar delapan ratus buruh pabrik sepatu bata, melakukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja serta menduduki pabrik. Aksi ini telah berlangsung sebulan lamanya. Mereka menuntut agar tidak ada lagi buruh yang berstatus alih daya atau out sourching.Namun bukan tuntutan mereka yang dipenuhi,justru 270 buruh di PHK sepihak oleh pihak BATA.( Biro Purwakarta)