BERITA CIANJUR

Seks Bebas Jadi Tren 42,3 % Pelajar di Cianjur Berbuat Seks ?

Manager | Selasa, 05 Mei 2015 - 14:38:30 WIB | dibaca: 19 pembaca

CIANJUR,TVBERITA.COM-Tren seks bebas di kalangan pelajar Cianjur menunjukkan peningkatan dari tahun ketahunnya. Annisa Foundation, sebuah lembaga independen yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kesejahteraan gender pernah melakukan riset Tahun 2014 mengenai perilaku seks bebas di kalangan pelajar Cianjur.

 

"Hasilnya, dari sejumlah pelajar yang kita jadikan sampel, sebesar 42,3 persen diantaranya pernah melakukan hubungan seks," tutur Direktur Annisa Foundation, Laila Sukmadevi kepada "BC", Senin (4/5).

 

Dikemukakan Laila, riset yang dilakukan pihaknya dalam rentang enam bulan dari Juli hingga Desember 2014 dengan melibatkan sekitar 412 responden yang berasal dari 13 SMP dan SMA negeri maupun swasta di wilayah Kecamatan Cianjur dan Kecamatan Cipanas.

 

"Di antara responden tersebut mayoritas dari mereka melakukan hubungan seks tanpa ada paksaan atau atas dasar suka sama suka karena kebutuhan dan tidak bersifat komersil," terangnya.

 

Karenanya, kecenderungan pelajar Cianjur berhubungan seks sebelum nikah tersebut bukan dilatarbelakangi persoalan ekonomi. "Hanya sekitar 9 persen mereka yang beralasan berhubungan seks dengan alasan ekonomi. Selebihnya beralasan karena tuntutan pergaulan dan longgarnya kontrol orang tua mengenai praktik hubungan seks di luar nikah," paparnya.

 

Selain itu, yang paling memprihatinkan, Kata dia, mereka yang terlibat kegiatan hubungan di luar nikah itu bukan berarti karena tidak mengerti atau tidak paham nilai agama atau budi pekerti. "Malah,  hampir 90 persen responden menyadari kalau perbuatannya merupakan perbuatan dosa yang seharusnya dihindari," imbuhnya.

 

Sementara Kabid Advokasi P2TP2A Istri Binangkit Cianjur, Lidya Indriani Ummar menilai, kasus pelajar yang berhubungan seksual di luar nikah sebenarnya tidak hanya terjadi di Kab. Cianjur saja, namun juga diberbagai daerah. Malah, kata dia, hasil riset sejumlah lembaga independen mengungkapkan, seks bebas di kalangan pelajar dan mahasiswa memang jumlahnya sudah sangat memprihatinkan.

 

“Tentunya kita prihatin dengan kondisi pelajar yang sudah tidak mencerminkan sikap pelajarnya lagi, dan hal ini tentu menjadi perhatian pihak sekolah dan orang tua, untuk membantu mengawasi pergaulan anak di sekolah atupun di rumah,” tuturnya.

 

Guna meminimalisir tren tersebut, menurutnya tidak bisa dilakukan hanya menggunakan pendekatan konvensional seperti pendidikan agama dan budi pekerti. Terpenting juga, kata dia, perlunya pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi yang memadai dan memberikan suasana lingkungan pendidikan yang tidak mengundang mereka pada kehidupan seks bebas.

 

"Tingginya angka prilaku seks pra-nikah di kalangan pelajar Cianjur bisa menjadi bukti bahwa pendekatan dalam memberikan bimbingan moral yang selama ini dilakukan para orangtua di Cianjur sudah mengalami pergeseran," ungkapnya. (pls)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)