BERITA KARAWANG

Mengenang Satu Tahun Perampokan Tanah 3 Desa Di Karawang

Manager | Kamis, 25 Juni 2015 - 15:59:20 WIB | dibaca: 23 pembaca

Penulis : Hilman Tamimi (Dept. Propaganda SEPETAK)

Absennya Pemerintah Kabupaten Karawàng dalam persoalan konflik sengketa lahan di wilayahnya, adalah bukti Pemerintah tidak berpihak kepada rakyat. Salah satunya tragedi perampokan tanah 3 desa di Telukjambe seluas 350 hektar oleh perusahaan hitam PT SAMP anak perusahaan dari PT Agung Podomoro Land satu tahun silam. Perampokan tanah itu sangat jelas masih menyisakan luka yang mendalam bagi petani pemilik sah tanah di Desa Wanasari, Wanakerta dan Margamulya. 

Eksekusi lahan yang jatuh tepat pada tanggal 24 Juni 2014 lalu, telah merenggut tanah petani sebagai alat produksi dasar petani untuk mempertahankan hidup dan matinya kaum tani. Eksekusi yang melibatkan alat negera sebagai eksekutor tunggal untuk merampok tanah ialah personil Brimob Polda Jabar serta Mabes Polri. Tak tanggung-tanggung sebanyak 7000 personil gabungan itu diturunkan ke lokasi eksekusi. Tak lain tugasnya hanya untuk memuluskan eksekusi lahan atas dasar surat putusan sesat eksekusi yang dikelurkan oleh Pengadilan Negeri Karawang. 


Hari itu, Seharian penuh ratusan petani ditiga desa berperang mempertahankan tanahnya. Hari itu juga 7000 personil kepolisian gabungan pun dintruksikan untuk memukul mundur bagi siapa saja yang menghalangi porses eksekusi lahan di tiga desa. Petani pemilik tanah yang didampingi aktivis tani yang tergabung dalam Serikat Petani Karawang (SEPETAK), Lembaga Bntuan Hukum (LBH) Jaringan Masyarakat Peduli Hukum (JMPH), PBHI Jakarta, Konsorsium Pembaharuan Agraria, Organisasi Ekstra Kampus sebagai pendamping masyarakat petani juga turut dipukul mundur. 

Akibat dari perlakuan refresif aparat kepolisian, sedikitnya sembilan orang petani pemilik lahan ditangkap dan satu petani tertembak peluru polisi. Saat proses eksekusi berlangsung diatas lahan sengketa di Kampung Kiarajaya Desa Margamulya Kec. Telukjambe Karawang. 


Adanya Keputusan PK 160 tahun 2012 merupakan anak haram yang lahir dari rahim Mahkamah Agung, menjadi awal pula lahirnya mimpi buruk bagi petani tiga desa di Karawang. Keputusan PK tersebut dinilai cacat, dan pro terhadap modal. 

Di sisi lain, Upaya-upaya Peradilan sesat bentukan PT SAMP pun mulai menggeliat dalam kasus ini. Diantaranya, kiriminalisasi kepala desa Margamulya Ratna Ningrum dengan kasus tuduhan pemalsuan buku C desa berikut vonisnya, sidang perlawanan warga tiga desa terhadap proses eksekusi yang menyalahi prosedur dan dipaksakan hingga masyarakat dikalahkan. Selain itu, persidangan-persidangan gugatan masyarakat terhadap PT SAMP yang selalu dimenangkan oleh pihak PT SAMP. 


Sementara, PT SAMP dalam hal ini PT Agung Podomoro Land Tbk tidak pernah menunjukan bukti-buktik sah kepemilikan atas tanah yang mereka rampas dari masyarakat tiga desa yang diklaim sebagai tanah miliknya. Pihak PT SAMP/PT APL bisanya hanya melakukan cara-cara kotor ranah hukum melalui alat negara yaitu intitusi peradilan sejatinya sebagai alat penidas bagi rakyat. 

Padahal, petani pemilik lahan masih lengkap mempunyai bukti-bukti sah kepemilikan atas tanah mereka yang dirampas. Yakni masyarakat selama puluhan tahun selalu membayar kewajiban pajak tanah pada negera, masyarakat mempunyai bukti buku C atau Leter C, bahkan masyarakat sebagian ada yang memiliki sertipikat tanah, ironisnya juga ikut tereksekusi.


Sampai dengan terlewatinya masa setahun eksekusi tanah warga tiga desa, namun tentu saja semangat perlawanan dan perjuangan terus bergelora. Semangat perjuangan akan hak atas tanah serta perjuangan untuk mewujudkan kedualatan kaum tani akan alat produksi terus membara. Bukti perlawanan tersebut akan memuncak pada saat hari tani nasional pada tanggal 24 September 2015. 

Perlawanan dan perjuangan dari berbagai sudut daerah yang ada di kabupaten karawang akan menyatu di pusat kekuasaan untuk menyuarakan perlawanan dan perjuangan kaum tani dalam rangka merebut kedaulatan agraria menuju Industrialisasi Pertanian.











Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)