By - - 0 Comments

KARAWANG, TVBERITA.com– Istri Bupati Karawang, Ade Swara kembali diperiksa dalam kasus tindak pidana gratifikasi dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Kabupaten Karawang, yang menimbulkan kerugian Negara Rp 1,8 miliar.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang hari selasa telah memanggil dua orang saksi dan satu orang yang sudah ditetapkan jadi tersangka, namun pada sat pemeriksaan selasa siang ini yang hadir hanya  istri Bupati Ade Swara, Hj. Nurlatifah, dan Neneng terkait dengan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Karawang.

Hj. Nurlatifah dipanggil sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Umum PDAM Tirta Tarum, Agung Wisnu Indrajati (AWI). Ia diperiksa di ruang Kasi Pidsus, mulai pukul 09.wib.00 hingga pukul 15.30 wib.

“Yang bersangkutan telah dimintai keterangan, seputar tentang dana yang 1,8 milyar yang kini kasusnya dalam proses tingkat penyelidikan yang kini ditangani leh kasi Pidsus.

Seblumnya  Nurlatifah yang juga anggota DPRD Karawang juga , ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karawang itu diperiksa beberapa hari sebelumnya.

“Dia dimintai keterangan sebagai saksi selama 4 jam. Sebelumnya, kami juga sudah meminta kesaksian salah seorang mantan tim sukses Bupati Ade Swara, Eneng,” tutur Imran Yusup Kasi Intel Kejari Karawang.

Disebutkan, Nurlatifah dan Eneng diminta untuk memberikan keterangan tambahan, Terkait dugaan gratifikasi yang diterima Nurlatifah, tersangka WAI, mengatakan itu diberikan saat berkunjung ke Hong Kong beberapa waktu lalu.

Kejari Karawang beberapa pekan lalu telah menetapkan Direktur Umum PDAM Tirta Tarum Karawang, AWI sebagai tersangka kasus korupsi yang menimbulkan kerugian negara Rp1,8 miliar.

Tersangka AWI, dijerat dengan pasal 2 jo pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pada waktu pemeriksaan di kantor Kejari, AWI, membeberkan kalau hasil korupsi yang dilakukannya tidak dinikmati sendiri, tapi ada juga pihak lain yang menikmatinya, sambil menyebutkan nama orang nomor satu di Karawang dan isterinya hingga beberapa anggota Komisi B DPRD Karawang.

Usai Diperiksa selama enam jam setengah, Nurlatifah langsung gelar jumpa Pres dirumah dinas bupati, dengan wartawan media cetak dan elektronik, Nurlatifah dalam jumpa persnya membantah kalau dirinya menikmati uang Rp1,8 miliar. Ia mengaku terkait pemeriksaan dirinya, sangat lega, karena ia merasa sudah  memberikan klarifikasi yang sebenarnya pada pihak penyidik kejaksaan negri karawang.

( Denendra Setiawan )