BERITA KARAWANG

Belasan Siswi Sering Nge-Seks Sama Pacarnya

Ade Kosasih | Rabu, 08 Juli 2015 - 19:56:27 WIB | dibaca: 1003 pembaca

KARAWANG, TVBERITA.COM-Sedikitnya terdapat 15 siswi di Karawang yang menjadi  korban pelecehan seksual yang telah dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Karawang.  90 persen diantaranya merupakan aktivitas seksual atas dasar suka sama suka (pacaran).

Kanit PPA Polres Karawang, Aiptu Asep Dhanny mengatakan, hal yang terjadi berdasarkan temuan di lapangan selama proses pemeriksaan terhadap korban tindak asusila, diketahui 90 persen adalah anak perempuan usia sekolah (pelajar) yang mengaku pernah melakukan aktivitas seksual dengan pacarnya.

“Hal itu diantaranya diawali dengan ciuman, raba-raba hingga ke daerah vital sekalipun. Bahkan penetrasi ke bagian kemaluan dengan menggunakan jari,” katanya, saat gelaran Forum Grup Discussion (FGD) di Komplek Al Jihad.

Dijelaskan Kanit, hal ini sendiri merupakan  perilaku yang sangat mengkhawatirkan. Karena resiko yang ditimbulkan akibat perilaku seks bebas tersebut sangat besar. Bahkan sampai resiko dimana si korban harus mengalami masa kehamilan dini dan gangguan psikologis.

“Soalnya dari 15 perempuan korban tindak pelecehan seksual yang kami tangani, 2 diantaranya masih berusia SMP, dan sisanya usia SMA,” bebernya.

Ironisnya, sambung Kanit,  aktivitas seksual yang dilakukan korban bersama teman lelakinya diakui berdasarkan atas dasar suka sama suka. Mayoritas korban dan pelaku mengakui keduanya saling mengenal karena berstatus pacaran.

“Selain itu dari temuan lain, tidak sedikit siswa usia SMA dan SMP mengaku selalu membawa tes pek (alat cek kehamilan) di dalam tas sekolahnya,” timpalnya.

Kasubid Perlindungan Perempuan dan Anak pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Karawang, Diding Khaidir Kholid menambahkan, sejumlah laporan tindak pelecehan seksual telah diterima pihaknya.

Kendati demikian, data pelecehan seksual dari Polres Karawang dan yang masuk ke kantornya sangat berbeda jauh. Perbedaan itu terjadi karena dipengaruhi oleh dua faktor.

"Yaitu pihak korban yang lapor ke Polres hanya ingin keadilan, dan yang lapor ke BKBPP lebih ingin penyelesaian secara kekeluargaan (konseling dan pendampingan)," katanya. (jha/adk)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)