By - - 0 Comments

BEKASI, TVBERITA.com–Sidang Kasus Seng ketatanah di Pengadilan Agama Cikarang, Kabupaten Bekasi berlangsung Ricuh, (30/05).Hakim Ketua pengadilan Agama seusai siding, di kejar dan berusaha di pukul oleh parakeluarga tergugat. Keluarga para Tergugat, terus mengejar Hakim ketua pengadilan hingga keLantai dua gedung Pengadilan Agama Cikarang.

Kericuhan berlangsung lama, lantaran di lokasi Sidang, tidakadasatupun petugas kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya persidangan. Hampirsetengah Jam, Drs. M. NurSulaeman.MHI.Yang menjadi Hakim Ketua persidangan, beserta kedua Hakim Anggota, Bersembunyi Di ruang Istirahat Hakim yang berada di lantai Dua, lantaran keluarga para tergugat terus berusaha mengejar hakim ketua. Sambil berteriak-teriak, para tergugat beserta keluarganya mencaci maki Hakim.

Ricuhnya pelaksanaan sidang lantaran para tergugat, yaitu HJ.TitinKomariyah, Tidak bias menerima keputusan hakim yang di nilai parater gugat, tidak ada bukti kuat untuk memenangkan tuntutan penggugat. Kasus sengketa tanah dara tini, berawal dari Sri Handayani, selaku penggugat, yang mengaku anak kandung dari istri kedua Alm H. KhoirHasyim Bin Sholeh yaitu Nocih, Warga Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Menuntut agar sebidang Tanah darat dengan Luas 5399 Meter persegi, yang berada di jalan Raya Tegal Danas, RT.01 RW.04 Kampung Rawa Banteng, Kelurahan Serta Jaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Di serahkan kepenggugat. Menurut penggugat, tanah tersebut yang sekarang di diami tergugat, adalah tanah waris alm khoir, dengan di dasari sebuah buku Leter C Persil 104 dengan luas tanah 5820 Meter persegi.

Almarhum Khoirs endiri semasa hidupnya dengan Istri pertamanya Hj. Aminah, tidak memiliki keturunan, kemudian mengangkat dua orang anak, yaitu, hj, Titin Komariyah dan H. Bambang Agus, kemudian padat ahun 1977, Almarhum Khoir menikah kembali dengan Istri keduanya, Nocih, dan mempunyai anak, yang bernama Sri Handayani. Karena AlmKhoir adalah seorang Tentara, yang pension dengan pangkat terakhir sersan Mayor, maka para tergugat meragukan pengakuan Sri Handayani, sebagai anak kandung, pihak tergugat menegaskan seorang Tentara tidak boleh beristri dua.

Hj. Titin yang merasa tana htersebut adalah miliknya, mengaku Dirinya bersama suaminya telah membeli tanah tersebut dari seoarang yang bernama Pasamin, dengan No sertifikat 10442 atas nama dirinya sendiri, dengan surat pengesahan dari Pejabat BPN Kabupaten Bekasi, MedyLeya, Kepsub Perkara Pertanahan.

“ saya beli tanahi ni dari hasil keringat saya sendiri, dasar hokum dari mana dia menuntut ini tanah warisan, sertifikat melawan girik, lebih kuat mana.” Ujar Titin dengan emosi.

Kuasa Hukum tergugat, Yus YL Tobing SH. Mengaku geramd engan keputusan Hakim, Dirinya akan segara Banding Ke PTUN, danjugam melaporkan Hakim tersebut, kePolda Metro Jaya dan Komisi Yudisial, Karena selain memeras keluarga tergugat, Hakim tersebut di dugajuga menerima Suap dari penggugat. “ Kami akan Banding, Jelasini hakim ada permainan dengan parapenggugat “ UjarYus, sambil menunjuk hakim agar keluar dari kamar persembunyiannya

Dugaan pemerasan di benarkan Oleh H. Sopandi, selaku suami tergugat, dia pernah dua kali memberikan uang kepada Hakim Nur, sebesar 14 Juta Rupiah,  kronologis pemberian uang di tuturkan sopandi, Hakim Nurme minta uang yang pertama sebesar 8 juta Rupiah, pada tanggal 6 Agustus 2012, alasan sang Hakim, Untuk bayar Sewa rumah yang berada di Kawasan Delta, namun dirinya Hanya sanggup memberi sebesar 4 Juta Rupiah, sedangkan pemberian Uang yang keDua, terjadi di rumahnya juga pada pukul 4 sore, tanggal 3 September 2012, sebesar 10 Juta Rupiah, awalnya sang Hakim Nuh Meminta sebesar 28 Juta Rupiah dengan alas an untuk membayar Biaya Wisuda anaknya,

“ Dia meminta uang kepada saya, dengan Janji, akan memenagkan kasusnya di persidangan, dengan sumpah, kalau dia bohong, dirinya berani di sambar Geledek “ Ujar Sopandi.

Pemberian Uang yang di pinta sang hakim selalu melalui Sukma, Petugas Keamanan Pengadilan Agama cikarang, namun sejak kejadian keributan di pengadilan agama sore tadi, Sukma hilang mendadak, bahkan seluruh karyawan maupun petugas keamanan, tidakada yang tahu kemana sukma menghilang.

(Sofyan )