By - - 0 Comments

KARAWANG, TVBERITA.com- Paska bentrokan dua kelompok ormas  LSM GMBI dengan  LSM BPPKB Banten  dijalan Veteran dan jalan Ahmad  yani kota Karawang Jawa Barat sabtu siang, kondisi Karawang sempat mencekam,  sedikitnya sembilan orang anggota LSM GMBI terpaksa dilarikan kerumah sakit Umum Daerah Karawang akibat menderita luka bacokan dan  satu orang diantaranya kondisinya kritis.  

Sembilan korban yang mengalami luka bacokan ini merupakan dari anggota LSM GMBI,  yang terlibat bentrokan dengan LSM BPPKB Banten – cabang Kabupaten Karawang, mereka dilarikan kerumah sakit karena lukanya cukup parah, akibat sabetan senajata tajam.

 

Ksembilannya luka itu merupakan anggota LSM GMBI dari wilayah kabupaten Purwakarta,  mereka yang baru datang untuk membantu rekannya anggota yang berada di sekretariat LSM GMBI cabang karawang, namun saat tiba dijalan Ahmad Yani kota Karawang, rombongan GMBI  asal Purwakarta ini kendaraannya  dihadang dan diserang ditengah jalan oleh anggota  LSM BPPKB Banten.

 

Dalam kejadian bentrokan itu sembilan anggota LSM GMBI ini mengalami luka bacokan dibagian kepala dan tangannya, satu orang diantaranya kondisnya mengalami kritis. Seluruh korban masih berada dirumah sakit umum daerah karawang, sejak sabtu siang, dalam penanaganan medis.

 

Aksi bentrokan ini merupakan yang kedua kalinya, sebelum terjadi bentrokan pada sabtu siang ini, bentrokan juga terjadi pada  jumaat malam nya,   mengakitkan kantor BPPKB Banten dan satu kendaraan roda empat dirusak hancur kacanya,  serta satu unit motor dibakar, dan 3 anggota LSM BPPKB Banten mengalami luka bacok dikepalanya, sedangkan  aksi bentrokan pada  sabtu siang 07/09/13 mengakibatkan satu unit mobil milik BPPKB Banten dan satu unit milik LSM GMBI juga ludes dibakar,  oleh kedua kelompok ormas tersebut,  bentrokan tersebut diduga aksi serangan balasan, namun motif pertikaian keributan kedua lsm itu sendiri  diduga  karena persoalan dendam berapa hari yang lalu.

 

Pihak kepolisian dari polres Karawang kini terus menjaga ketat kedua ormas tersebut yang berada dimarkasanya,  hal itu untuk menghidari aksi serangan balesan dari kedua kelompok ormas tersebut yang masih memanas.

 ( Denendra Setiawan )