By - - 0 Comments

KARAWANG, TVBERITA.com - Kesadaran warga Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, untuk tidak membuang sampah sembarangan terbilang masih rendah. Karena, di sepanjang Jalan arah Monumen Tugu Proklamasi masih terlihat gundukan sampah kian hari kian menumpuk. 

Diduga, sampah bekas rumah tangga itu sudah sekitar satu minggu berada di kiri dan kanan jalan sepanjang Tugu Sejarah tersebut. Warga pun berharap, Dinas terkait agar secepatnya membersihkan atau mengangkut sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir (TPA).  

"Hampir satu minggu lebih, gundukan sampah belum sama sekali diangkut oleh Dinas kebersihan. Lihat saja, bak truk pengangkut sampah pun masih dibiarkan berada di pinggir jalan ini," tutur Rudi (31) warga Dusun Kalijaya 1, Desa Rengasdengklok Utara pada TVBERITA.com, Senin (23/7).  

Diakui Rudi, tumpukan sampah tersebut sangat mengganggu aktivitas warga terutama pengguna jalan yang kebetulan melewati jalan itu. Sebab, sampah tersebut selalu menebarkan aroma tidak sedap sehingga mengganggu konsentrasi pengguna jalan itu sendiri.

"Bukan hanya pengguna jalan yang merasa terganggu, warga sekitar juga merasa terganggu dengan bau sampah ini. Sebab, bau busuk sampah ini tercium hingga ke pemukiman warga yang jauh dari lokasi. Kalau dulu, memang ada larangan agar warga tidak diperkenankan membuang sampah di pinggir jalan ini, namun warga tidak menghiraukannya," jelasnya.

Senada dengan Rudi, Asep Komarudin (26) menuturkan, sejak memasuki bulan Ramadhan ini sampah yang ada di pinggir jalan, kian tidak terkendali. Diyakininya, hal ini akibatkan lemahnya pengawasan yang dilakukan Dinas terkait terhadap kinerja bawahannya.

"Sejak memasuki bulan puasa, volume sampah sangat tinggi. Lihat saja, bekas kupasan kelapa pun bertebaran hingga ke tengah jalan, ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Memang, permasalahan sampah bisa dikatakan sepele. Namun, dampak yang ditimbulkan dari bau busuk sampah tersebut sangat luar biasa. Dan kami berharap, agar Dinas kebersihan dapat mensterilkan sampah itu, agar warga tidak terus menerus menghisap udara bau busuk sampah ini," harapnya.(Husna Bahreisy)