By - - 0 Comments

SUKABUMI, TVBERITA.com - Sebuah padepokan Tharekat At-Tijaniyah di Kampung Cisalopa, Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampantengah,  Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat nyaris dihancurkan massa, Kamis (16/8) malam. Penyebabnya, kelompok yang dipimpin Sumarna ini kendati sudah dinyatakan sesat oleh MUI setempat diduga masih terus menyebarkan aliran menyimpang dari syariat Islam. Beruntung aksi massa ini berhasil diredam ratusan petugas gabungan dari Polri dan TNI.

Agar aksi amukan massa puluhan petugas terpaksa mengevakuasi sedikitnya 138 pengikut aliran At-Tijaniyah ini ke Gedung Islamic Center di Kecamatan Cisaat, Jumat (17/8). Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, massa sempat merusak dan membakar sebuah saung padepokan dan menggulingkan sebuah mobil milik anggota aliran sesat At - Tijaniyah.

Adapun setelah adanya aski masa tersebut seratusan lebih pengikut aliran sesat ini telah kembali ke kediamannya masing-masing. Mayoritas dari mereka bukan asli warga Cisalopa melainkan dari sejumlah daerah, seperti Bogor, Tangerang dan wilayah lainnya. Hanya sekitar 30 orang warga Kampung Cisalopa yang hanya dievakuasi.

“Aliran yang mereka anut tersebut sudah dinyatakan sesat oleh MUI dan sudah membubarkan diri. Akan tetapi pada kenyataannya mereka masih melaksanakan aktivitasnya. Oleh karenanya warga sekitar marah. Kami minta agar kelompok ini dibubarkan,” Tandas Ali Mukti, warga sekitar.

Dikatakan Ali, aktivitas kelompok tersebut sudah ada sejak dua tahun ke belakang. Namun ajarannya menyimpang. Lantaran, ajaran Sumarna, yang merupakan pimpinan At-Tijaniyah, tidak sesuai dengan syariat Islam.  Kesesatannya di antaranya tidak perlu melaksanakan salat Jum’at dan mengganti waktu salat subuh dengan salat dhuha.

“Selama ini kami sudah kesal denganulah mereka dan yang kami tahu hamper sebagian besar pengikutnya dari Bogor. Kami  harap pimpinannya diproses secara hukum,” cetus  Ali dihadapan warga masyarakat.

Sementara Kapolres Sukabumi, AKBP M Firman mengakui permasalahan ini dipicu karena warga kesal dengan aktifitas kelompok ini. Sebelumnya, lanjut Firman, MUI telah menyatakan aliran ini sesat karena meniadakan shalat Subuh dan Jumat.

“Kami menduga para anggota aliran ini masih beraktivitas sehingga memancing amarah warga, dan saat ini untuk menghindari terjadinya bentrok Kami akan mengevakuasi pengikut aliran At-Tijaniyah tersebut ke sebuah tempat yang aman,” jelasnya Firman (DD/WP)