Metropolitan

Mendag: Kita Impor Jeroan Padahal di Australia untuk Binatang, Malu Nggak?

Manager | Senin, 02 Februari 2015 - 16:18:25 WIB | dibaca: 72 pembaca

JAKARTA,TVBERITA.COM-Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengatakan jeroan memang tak layak dikonsumsi manusia, karena lebih cocok untuk hewan. Hal ini sejalan dengan rencana Mentan Amran Sulaiman yang akan menghentikan impor jeroan.

"Kalau jeroan impor dari luar negeri malu nggak? Sementara di Australia, jeroan untuk binatang, dan itu bebas. Kita makan coba, di mana martabat bangsa coba? Lebih baik kita buat industri peternakan terintegrasi," kata Gobel di Istana Negara, saat membahas soal pakaian impor bekas yang masuk Indonesia, Senin (2/2/2015).

Ia mengatakan sudah seharusnya Indonesia punya peternakan yang terintegrasi sehingga pasokan dan harga daging bisa terjamin. Sehingga tak ada lagi cerita soal Indonesia mengimpor jeroan.

"Kalau bisa bangun, kita tidak hanya pasar domestik, tapi ekspor. Makanya konsep ini harus dalam 5 tahun diwujudkan. Saya bicara dengan Mentan, maka ke depan perlu konsep yang terintegrasi," katanya.

Indonesia tercatat menjadi salah satu pengimpor jeroan (sapi) terbesar karena pola konsumsi masyarakatnya yang masih senang mengkonsumsi jeroan. Bahkan tren konsumsi jeroan diperkirakan meningkat karena melemahnya daya beli masyarakat akibat harga daging yang mahal.

Selama ini impor jeroan dilakukan dalam bentuk hati, paru, babat, usus, jantung dan sebagainya. Selain dikonsumsi langsung untuk makan sehari-hari masyarakat, jeroan juga diduga digunakan untuk menambah bahan baku usaha baso, nasi goreng, sate dan lain-lain.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pedagang Sapi dan Kerbau Indonesia Rochadi Tawaf pernah mengatakan jeroan impor memang dihargai lebih murah dari yang berasal dari dalam negeri. Harga jeroan impor sekitar Rp 15 ribu per kg, sementara jeroan asal dalam negeri bisa dibanderol Rp 30 ribu per kg.

Menurut Rochadi, jeroan impor biasanya di negara asalnya seperti Australia dipakai untuk bahan makanan hewan peliharaan. "Di sana tidak terpakai, jadi masuk ke sini," ujarnya beberapa waktu lalu.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)